Ateis Pandangan Filosofi Yang Tidak Percaya Adanya Tuhan

9 Tokoh Ateis Ini Telah Memberikan Kontribusi yang Besar pada Dunia

Membicarakan masalah keyakinan, hal tersebut beberapa akhir ini sangat menarik untuk diperbincangkan dan menjadi topik hangat yang paling banyak didiskusikan di media sosial. Meski memang terkadang membahas tentang pandangan agama atau keyakinan ini bisa memicu timbulnya konflik, tetapi topik ini tetap saja tidak pernah bosan untuk diperbincangkan.

Tidak hanya agama, karena ada juga beberapa kepercayaan yang diyakini seperti salah satunya yang sering didengar adalah ateis. Lalu apa itu ateis?

Secara umum, ateis merupakan pandangan yang tidak percaya adanya Tuhan bahkan menolak adanya Tuhan. Ateis sendiri terdiri dari dua jenis yaitu :

  1. Ateis Gnostik

Ini merupakan pandangan yang tidak percaya adanya Tuhan dan mereka bisa membuktikannya.

  • Ateis Agnostik

Sedangkan ini sebuah pandangan yang tidak percaya jika Tuhan ada tetapi mereka tidak bisa membuktinya.

Bahkan mereka para ateis beranggapan bahwa Tuhan hanyalah alat pemersatu manusia saja. Mereka penganut ateis mempercayai bahwa keberadaan manusia di bumi tidak terjadi begitu saja. Menurut mereka terciptanya manusia di bumi karena proses metafisika dan alamiah yang terjadi secara berkesinambungan dan merupakan bagian dari alam semesta. Para penganut ateis tidak percaya jika akan adanya kehidupan setelah kematian. Pasalnya bagi mereka, telah selesainya proses metafisika dan alamiah seseorang saat manusia atau makhluk tersebut mati.

Indonesia tidak mengakui ateisme. Mengapa? Karena hal tersebut seringkali dianggap tidak sesuai dengan sila pertama dari Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurut undang undang, agama yang diakui dan diperbolehkan oleh pemerintah Indonesia hanya enam saja. Oleh karena itu bisa dibilang tidak ada tempat bagi penganut ateis.

Arti dari ateis ini sendiri ketidakpercayaan dengan adanya Tuhan. Sangat jelas kepercayaan ini dilarang tumbuh dan berkembang di Indonesia, karena memang kepercayaan ateis bertolak belakang dengan Dasar Negar dan Ideologi Bangsa Indonesia yaitu Pancasila yang termuat dalam sila pertama.

Mengapa kepercayaan ateis bertentangan dengan sila pertama Pancasila? Jawabannya, penganut ateis tidak percaya adanya Tuhan, sedangkan bangsa Indonesia percaya bahwa Tuhan itu ada.

Ateis sebuah pandangan filosofi yang tidak percaya Tuhan itu ada. Mereka menolak dewa dewi dan teisme. Dalam arti yang lebih luas, penganut ateis tidak mempercayai keberadaan dewa atau Tuhan. Orang yang pertama kali mengaku sebagai penganut ateis muncul pada abad ke-18.

Banyak orang ateis beranggapan bahwa kepercayaan yang mereka anut merupakan hasil dari pemikiran rasional. Penganut ateis menggunakan argumen seperti “Saya tidak percaya pada Tuhan, saya percaya pada sains”. Untuk menjelaskan bukti serta logika, daripada keyakinan supranatural serta dogma yang mendasari pemikiran mereka.

Tetapi dalam kenyataannya, Sains ini semakin menunjukkan bahwa para ateis tidak lebih rasional daripada teis. Ateis sesungguhnya sama rentannya dengan siapa saja untuk masuk kedalam ‘’pikiran kelompok atau group think’’ dan bentuk bentuk kognisi non-rasional yang lainnya. Sebagai contoh baik orang orang yang religius dan nonreligius bisa mengikuti orang orang karismatik tanpa harus mempertanyakannya. Dan pikiran kita yang lebih sering memilih perasaan benar daripada kebenaran itu sendiri.

Bahkan keyakinan ateis itu sendiri sedikit hubungannya dengan penyelidikan rasional dibandingkan dengan apa yang dipikirkan ateis. Sebagai contoh anak anak nonreligius dari orang tua yang religius melepasakan keyakinan mereka demi sebuah alasan yang tidak ada hubungannya dengan pemikiran intelektual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *