Bolehkan Berutang di Masa Resesi Ekonomi?

https://lh4.googleusercontent.com/HUIAG4ZA-Jym1KFMirtcccsfeZiIr_BTLtQcavNvhY5iopbHA2tfsS4Jc7nZ8G9H793Lc2sFwLsKLZYNQprTebe7-NaSlGSCZOOLgc0U7xYdoHs3eaiBHquJiwuQahRycN0SDNhY

Resesi ekonomi belakangan menjadi hangat. Pasalnya beberapa negara sudah memasuki fase resesi akibat pandemi yang belum juga melandai. Meskipun beberapa negara ada yang sudah berhasil mengendalikan Covid-19, tetapi tetap saja tidak bisa keluar dari jurang resesi ekonomi.

Beberapa tandanya seperti tingginya tingkat pemutusan hubungan kerja yang mengakibatkan pengangguran, daya beli menurun, serta pertumbuhan ekonomi menjadi minus. Indonesia kini diambang resesi ekonomi. Pemerintah sebenarnya sudah melakukan berbagai kebijakan untuk menyelamatkan ekonomi negara, mulai dari pemberian insentif hingga penurunan suku bunga, termasuk memberikan kelonggaran bagi debitur pinjaman dana di berbagai lembaga keuangan.

Namun, yang paling penting lagi adalah kondisi keuangan keluarga yang harus disiapkan untuk menghadapi resesi ekonomi. Meskipun diprediksi tidak seburuk krisis ekonomi pada tahun 1998, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terutama jika ingin berutang.

1. Utang produktif lebih baik

Jika diberikan dua pilihan antara utang konsumtif dan produktif, maka jauhi dulu sementara utang konsumtif. Di masa pandemi pun yang paling memungkinkan tetap bisa diajukan hanyalah utang produktif. 

Utang produktif adalah utang yang dananya digunakan untuk usaha. Misalnya seperti usaha makanan beku, usaha les pendidikan secara daring, usaha jual beli alat kesehatan dan lain sebagainya. Sedangkan utang konsumtif seperti utang untuk membeli sepeda karena mengikuti tren atau mengganti smartphone karena tidak mau ketinggalan teknologi terbaru. 

Utang konsumtif seperti itu yang sebaiknya dihindari dulu di saat Indonesia terancam memasuki resesi ekonomi. 

2. Patuhi batas aman berutang

Batas aman untuk berutang adalah mampu membayar cicilan dengan penghasilan yang ada. Batasnya adalah tidak lebih dari sepertiga penghasilan. Contoh jika penghasilan selama satu bulan sebesar Rp10 juta, maka batas cicilan tidak boleh melebihi dari Rp3 juta. Makin rendah cicilannya akan makin baik, maka carilah utang produktif yang cicilannya di bawah Rp3 juta dengan bunga yang ringan. 

3. Upayakan mendapatkan pemasukan lain

Pada saat pandemi saja kita disarankan untuk tetap mencari pemasukan lain untuk meningkatkan dana darurat, tabungan, atau investasi. Paling penting adalah menyiapkan masa depan karena kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang.

4. Siapkan dana darurat

Dana darurat sangat efektif ketika kita mengalami hal yang tidak dibayangkan sebelumnya. Misalnya terkena PHK, mengalami kecelakaan atau sakit dalam waktu cukup panjang. Dana darurat inilah yang bisa menjadi dana talangan sementara saat tidak bisa produktif. 

Idealnya dana darurat bagi yang sudah berkeluarga adalah 12 kali kebutuhan pokok bulanan. Sementara untuk yang belum menikah paling tidak dana darurat cukup untuk enam bulan ke depan. 

5. Pilih lembaga yang terdaftar di OJK

Kondisi era new normal menjadi fase yang menentukan. Jika kita bersiap diri dan berhasil keluar dari resesi, akan semakin ringan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk masa depan. Oleh karena itu, jika ingin berutang di masa pandemi seperti ini jangan pernah tawar menawar apalagi manipulasi data demi mendapatkan pinjaman. 

Pilih lembaga keuangan yang berintegritas, kredibel dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Termasuk beberapa fintech yang menawarkan pinjaman dana mudah cair langsung dari aplikasi. Karena syarat operasional lembaga keuangan di Indonesia berada di bawah OJK.

Supaya lebih aman dan nyaman, mengajukan pinjaman dana kini bisa tanpa kontak sama sekali alias bisa langsung lewat aplikasi saja. Contohnya seperti yang ditawarkan oleh Kredivo. Kredivo dikenal sebagai penyedia kartu kredit tanpa kartu kredit sejak lama. Selain itu, Kredivo juga sudah terdaftar secara resmi di OJK dengan nama PT FinAccel Digital Indonesia dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018.

Kredivo tidak hanya dikenal sebagai aplikasi cicilan pengganti kartu kredit, melainkan juga aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk mengajukan pinjaman tunai dengan kredit limit sampai dengan Rp30 juta per member. Fitur pinjaman mini dan pinjaman jumbo bisa didapatkan bagi member premium yang sudah terdaftar.  Bunganya 2,6% perbulan. Tenornya fleksibel mulai dari 3, 6 hingga 12 bulan.

Selain itu, Kredivo juga bisa digunakan untuk bayar ini itu setiap bulan. Mulai dari pembelian pulsa listrik, pembayaran PDAM, tagihan telepon hingga belanja offline di McD ataupun IKEA dan 350+ merchant lainnya yang sudah bekerjasama dengan Kredivo. Belanja apa saja bisa dicicil dengan bunga 2,6% saja per bulan! Atau bisa juga memanfaatkan pay later Kredivo. Belanja hari ini bayar 30 hari kemudian dengan bunga 0%. 

Unduh sekarang aplikasi resminya di Google Play Store ataupun di App Store dan lakukan pendaftaran dengan sangat mudah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *